Popok Kain vs Pampers

Halo Bunda..

Mungkin bunda-bunda seringkali bertanya mana sih yang lebih baik antara penggunaan popok kain atau pampers (popok instan). Bunda pasti ingin yang terbaik untuk si kecil. Nah, di sini kami mau sedikit sharing tentang penggunaan kedua jenis popok tersebut.

Popok Kain

Popok kain biasanya terbuat dari kain katun yang lembut. Bunda-bunda sebelum era ditemukannya pampers pasti menggunakan popok kain untuk si kecil. Penggunaan popok kain di zaman sekarang ini kadang dianggap kuno dan merepotkan. Apa sih kelebihan dan kekurangan popok kain ini dibandingkan pampers?

popok

  • Popok kain bagus digunakan untuk newborn baby karena bahannya yang nyaman. Hal ini membuat kulit bayi akan tetap lembut dan terhindar dari ruam popok maupun alergi yang bisa ditimbulkan dari penggunaan pampers. Tapi… bunda harus rajin mengganti popoknya. Popok kain tentunya tidak memiliki daya serap yang tinggi sehingga saat si kecil pipis atau pup, bunda harus langsung menggantinya agar si kecil tetap merasa nyaman. Terkadang pula bekas pipis si kecil bisa meleber kemana-mana bahkan membasahi pakain kita saat menggendongnya.
  • Popok kain ini ramah lingkungan karena tidak akan menjadi sampah lingkungan. Jika popok terkena pipis dan pup dapat segera dibersihkan. Bunda tidak akan pusing melihat tempat sampah di rumah penuh oleh bekas popok instan. Tapi di satu sisi, dalam membersihkan popok kain, bunda harus berusaha ekstra untuk mencucinya, mengeringkannya, dan menyetrikanya.. wuih cape juga yaa.. apalagi buat bunda-bunda baru, yang masih sering begadang, pasti bisa capek sekali.
  • Popok kain hemat! Hanya dengan membeli satu kali bisa digunakan berkali-kali (reusable). Bayangkan jika kita membeli pampers dalam sebulan bisa menghabiskan anggaran rumah tangga yang cukup besar. Tapi penghematan dalam penggunaan popok kain ini tidak diikuti dalam penggunaan detergen dan air. Untuk mencucinya tentu dibutuhkan detergen dan air yang lebih.

Pampers

Pampers/popok instan/disposable diaper adalah jenis popok sekali pakai yang umumnya terbuat dari bahan penyerap seperti tisue, fluff pulp, dan Natrium Polyacrylate memang bisa bekerja sebagai super absorbent yang ada di pad pampers. Pampers mulai digunakan karena para bunda meraskan kesulitan dan kelelahan dalam penggunaan popok kain yang merepotkan, selain meningkatkan jumlah bunda-bunda yang bekerja membuat mereka tidak memiliki waktu untuk mencuci popok sendiri. Akhirnya lahirlah pampers!

pampers

Apa sih kelebihan dan kekurangan pampers ini bun?

  • Praktis! Bunda tidak perlu mengecek celana si kecil sesering jika menggunakan popok kain. Daya serap pampers yang baik bisa menyerap pipis si kecil sampai lebih dari 5x. Bunda pasti tidak akan kelelahan bolak-balik mencuci popok. Namun hal ini kadang membuat si kecil mengalami ruam popok, apalagi jika kulitnya sensitif. Pampers akan terasa lembab dan membuat si kecil tidak nyaman
  • Ukurannya pampers sangat beragam, dapat disesuaikan dengan ukuran postur si kecil. Mulai dari Newborn, size S, M, L, dan XL. Tentu dengan kepraktisan yang ditawarkannya, harga pampers lebih mahal daripada popok kain
  • Beberapa kekhawatiran dalam penggunaan pampers adalah adanya kandungan pewarna seperti sodium polyacrylate (gel penyerap). Sodium polyacrylate dapat menyebabkan alergi pada kulit si kecil.
  • Boros! Popok sekali pakai yang harus diganti minimal 8 kali sehari atau nyaris 3.000 popok per tahun untuk setiap bayi. Bekas popok yang mengandung banyak bahan kimia itu akan menggunung dengan waktu daur ulang alami 200-500 tahun. Ingat juga mengenai isu tidak ramah lingkungan tadi.

Nah itu sedikit perbandingan antara popok kain dan pampers.. Saat ini juga tersedia cloth diapers, untuk mengimbangi kehadiran pampers dan tetap menanggulangi kerepotan jika memakai popok kain. Clodi yang terbuat dari kain tetapi dilapisi penyerap yang kapasitasnya bisa menyamai pampers, mampu menampung 3-5x pipis si kecil. Modelnya pun sekarang lucu-lucu.. Masih menjadi pro kontra juga karena konon clodi susah juga mencucinya..

clodi

Well bunda.. itu review dari kami. Apapun yang bunda pilih, pastikan itu yang terbaik dan nyaman bagi si kecil. Penggunaan pampers tidak masalah, jika kulit si kecil mengalami ruam pakai baby cream agar tidak memperparah lecet dan iritasi. Untuk sementara gunakan dulu popok kain demi kenyamanan si kecil. Lebih baik pampers diganti setiap 3-5 jam untuk pencegahan iritasi. Penggunaan popok kain juga jangan sampai merepotkan bunda, jika bunda hendak berpergian atau sudah merasa lelah di malam hari untuk mengganti popok kain, tidak ada salahnya bunda memakaikan pampers. Clodi pun bisa menjadi opsi alternatif bunda.. So, kombinasi dari keduanya bisa jadi jalan keluar.

Tetep semangat bunda!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s